Akselerasi Kualitas Pendidik, DPK BKPRMI Sambaliung Uji Kompetensi Ustaz di 9 Kampung


SAMBALIUNG – Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Sambaliung secara resmi menggelar agenda Munaqasyah Ustaz dan Ustazah bagi wilayah kampung, Minggu (25/1). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk desentralisasi wewenang dari DPD BKPRMI Berau kepada tingkat kecamatan guna memastikan kualitas pendidikan Al-Qur'an tetap terstandar hingga ke wilayah pelosok.

Kegiatan yang diikuti oleh para pendidik dari 9 kampung di wilayah Sambaliung ini dipusatkan di Masjid Al-Huda, Jalan S.M. Bayanuddin. Berbeda dengan munaqasyah tingkat kelurahan yang dikoordinasikan oleh tingkat daerah, agenda kali ini sepenuhnya merupakan mandat yang dikelola oleh DPK Sambaliung demi menjangkau unit TPA di wilayah kampung.

Uji Kompetensi Berlapis

Pelaksanaan munaqasyah ini melibatkan tim penguji (munaqis) yang terdiri dari pengurus DPD dan DPK. Proses evaluasi dilakukan secara berlapis untuk mengukur sejauh mana kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum nasional LPPTKA BKPRMI.

Ketua LPPTKA DPK Sambaliung, Sahrul Anam, S.Pd.I., bertindak sebagai penguji utama untuk aspek tilawah. Fokus pengujian meliputi ketepatan hukum tajwid, fasahah (kefasihan), serta penguasaan hafalan surah-surah pendek mulai dari At-Takasur hingga An-Nas. Tidak hanya itu, peserta juga dituntut mampu membedah hukum tajwid secara teoretis.

Aspek ibadah praktis menjadi domain pengujian bagi Kepala KUA Sambaliung, Wahidin, S.H.I. Ia mengevaluasi secara ketat praktik shalat para peserta, baik dari segi qauliyah (bacaan) maupun fi’liyah (gerakan) agar sesuai dengan tuntunan syariat. Sementara itu, Sekretaris Umum DPD BKPRMI Berau, Eko Supriyono, M.Pd., menguji penguasaan surat-surat pilihan dan hafalan doa sehari-hari yang menjadi materi krusial di setiap unit TPA.

Standardisasi Mutu sebagai Amanah

Ketua DPK BKPRMI Sambaliung, Sitti Halimah, menegaskan bahwa munaqasyah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penjaminan mutu (quality assurance) bagi lulusan santri TPA di masa depan.

"Munaqasyah bukan wadah untuk mencari kekurangan, melainkan upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas dan menjaga amanah sebagai pendidik Al-Qur’an. Kami ingin memastikan tidak ada kesenjangan kualitas antara pengajar di kelurahan maupun di kampung," ujar Sitti Halimah di sela kegiatan.

Melalui standarisasi yang ketat ini, DPK BKPRMI Sambaliung berharap dapat melahirkan pendidik yang lebih profesional dan kompeten. Hasil munaqasyah ini nantinya akan menjadi rujukan utama bagi organisasi dalam melakukan pembinaan berkelanjutan bagi guru-guru TPA di wilayah Kecamatan Sambaliung.


Penulis: Tim Media Publikasi DPK BKPRMI Sambaliung