Perkuat Peran Orang Tua, DPK BKPRMI Sambaliung Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah di Unit 068

SAMBALIUNG (17/1/2026) – Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Sambaliung terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani melalui penguatan peran keluarga. Komitmen ini diwujudkan melalui agenda Pembinaan Keluarga Sakinah bagi wali santri TPA Al-Ikhlas Unit 068, Sabtu (17/1).

Bertempat di Surau Al-Ikhlas, RT. 19 Limunjan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPK BKPRMI Sambaliung, di antaranya Ketua DPK Hj. Sitti Halimah, Wakil Ketua Saniasa, Ketua LPPTKA Sahrul Anam, serta Anggota LPPSDM Putri.

Ibu Sebagai Madrasah Pertama

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh santri TPA Al-Ikhlas, disusul sambutan hangat dari Kepala TPA Al-Ikhlas, Ustadz Mahyudin.

Dalam sambutannya, Ketua DPK BKPRMI Sambaliung, Hj. Sitti Halimah, memberikan pesan menyentuh kepada para wali santri. Beliau menekankan bahwa peran ibu dalam rumah tangga bukan sekadar pengasuh, melainkan pendidik utama.

"Ibu adalah madrasah al-ula atau madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sebelum anak mendapatkan ilmu di TPA atau sekolah, rumah adalah tempat pertama mereka mengenal adab dan iman. Oleh karena itu, pembinaan ini penting agar kita semua memiliki visi yang sama dalam mendidik anak," tutur Hj. Sitti Halimah.

Sinergi Orang Tua dan Guru

Ketua LPPTKA Sambaliung sekaligus narasumber, Ustadz Sahrul Anam, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan santri di TPA sangat bergantung pada sinergi antara guru di unit dan pola asuh orang tua di rumah.

"Tujuan utama kami adalah membangun jembatan silaturahim. Kami ingin orang tua memahami bahwa peran mereka sangat vital dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak," ujar Ustadz Sahrul.

6 Kunci Kesuksesan Menuntut Ilmu

Dalam sesi pemaparan materi, Ustadz Sahrul Anam mengutip wasiat Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengenai enam syarat mutlak dalam menuntut ilmu agar mendapatkan hasil yang berkah dan maksimal:
  1. Cerdas

  2. Semangat

  3. Sabar

  4. Memiliki Bekal (Biaya)

  5. Mengikuti Petunjuk Guru

  6. Waktu yang Panjang (Proses)

"Pendidikan anak adalah investasi jangka panjang. Dibutuhkan kesabaran, dukungan penuh dari orang tua baik secara moril maupun materiil, serta kepercayaan penuh kepada petunjuk para guru di TPA," tambahnya di hadapan puluhan wali santri yang hadir.

Antusiasme Peserta

Kepala TPA Al-Ikhlas, Ustadz Mahyudin, menyampaikan terima kasih atas inisiatif DPK BKPRMI Sambaliung yang telah memfasilitasi pertemuan edukatif ini. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama, dengan harapan besar agar unit-unit di bawah naungan DPK BKPRMI Sambaliung mampu mencetak generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki karakter kokoh dari lingkungan keluarga yang sakinah.

S.A/Tim Media dan Publikasi DPK BKPRMI Sambaliung