SAMBALIUNG – Kemeriahan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-XIII tingkat Kecamatan Sambaliung tidak hanya diwarnai oleh persaingan ketat, tetapi juga momen-momen lugu dan mengharukan dari para peserta usia dini. Pemandangan ini terlihat jelas di Masjid Nurul Anshor yang menjadi lokasi Arena 4, Minggu (19/7/2026).
Arena ini dikhususkan bagi santri tingkat Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA) yang berlaga di cabang lomba Adzan dan Iqomat, serta Peragaan Shalat. Tercatat sebanyak 24 santri cilik bersaing mengumandangkan lafaz adzan, sementara 6 santri putra dan putri menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam peragaan shalat Subuh.
Aksi memukau para peserta cilik ini dinilai langsung oleh dewan hakim yang kompeten, yakni H. Misbahul Ulum, S.Ag., M.Pd., dan Ustadz Sahrul Anam, S.Pd.I. Keduanya tampak fokus menyimak sekaligus sesekali tersenyum hangat melihat kepolosan anak-anak tersebut.
Meski masih berusia belia, perlombaan ini tetap menerapkan standar penilaian yang objektif. Untuk cabang lomba adzan, dewan hakim menitikberatkan penilaian pada ketepatan tajwid, fashahah, irama, serta adab peserta. Sementara untuk peragaan shalat, kelancaran gerakan (fi'liyah) dan ketepatan bacaan (qouliyah) menjadi fokus utama. Anak-anak juga diuji keberaniannya melantunkan bacaan shalat, termasuk surah Al-Ma'un dan Al-Kafirun, secara lantang (jahr).
Berkompetisi di depan banyak orang tentu menjadi tantangan mental tersendiri bagi anak usia TK. Suasana lomba pun diwarnai dinamika khas anak-anak; ada yang tampil sangat percaya diri, namun ada pula yang tak kuasa menahan gugup hingga menangis di pelukan pendamping dan urung tampil.
Menanggapi hal tersebut, dewan hakim dan panitia memakluminya sebagai bagian dari proses pendewasaan mental. Keberanian santri TKA untuk sekadar maju ke depan panggung dan memegang mikrofon dinilai sudah merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
Melalui cabang lomba ini, DPK BKPRMI Sambaliung berharap dapat menanamkan fondasi kecintaan anak-anak terhadap ibadah shalat dan masjid, sekaligus melatih kepercayaan diri mereka sejak dini untuk menjadi generasi Qur'ani yang tangguh di masa depan.
