Kegiatan religius ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antar-elemen kemakmuran masjid. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhajirin Unit 007 bersinergi erat dengan Pengurus Masjid dan Remaja Masjid. Kehadiran mereka yang memadati ruang utama masjid menyimbolkan harmonisnya regenerasi Islam di lingkungan Trans Sambaliung.
Muhasabah Sebagai Gerbang Ramadan
Rangkaian acara dibuka dengan tausiyah menyentuh hati dari tokoh Pengurus Masjid Al-Muhajirin, Bapak H. Mardi, S.Pd. Di hadapan para santri muda hingga jamaah sepuh, beliau menekankan pentingnya menjadikan malam pertengahan bulan Sya'ban ini sebagai momentum emas untuk "bersih-bersih hati" sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
H. Mardi mengingatkan bahwa esensi Nisfu Sya'ban melampaui sekadar ritual berkumpul. Ia adalah saat untuk menatap ke dalam diri (muhasabah).
"Malam Nisfu Sya’ban bukan hanya tentang berkumpul dan membaca doa, tetapi tentang keberanian untuk melihat ke dalam diri. Kita datang membawa harapan, penyesalan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik," ujar H. Mardi dengan nada berwibawa.
Lebih dalam lagi, beliau mengajak jamaah untuk melapangkan dada dan saling memaafkan. "Jangan sampai kita pulang hanya membawa kenyang karena hidangan, tetapi tidak membawa perubahan dalam hati. Bersihkan iri, lepaskan dendam, dan maafkan kesalahan sesama," tegasnya mengingatkan.
Kekhusyukan Doa dan Perekat Ukhuwah
Suasana masjid berubah menjadi semakin syahdu saat seluruh jamaah melantunkan Surah Yasin secara berjamaah. Para santri TPA tampak larut dalam doa bersama orang tua dan para tokoh masyarakat, memohon ampunan Allah SWT, kesehatan, serta keberkahan bagi lingkungan mereka.
Usai ketegangan spiritual dalam doa dan muhasabah, acara ditutup dengan suasana kehangatan sosial melalui makan bersama. Momen ini menjadi perekat silaturahmi yang efektif. Tidak ada sekat antara pengurus, guru, santri, dan jamaah umum; semua duduk bersama menikmati hidangan sebagai wujud syukur.
Melalui sinergi dalam kegiatan ini, TPA Al-Muhajirin Unit 007 dan Pengurus Masjid berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang hidup, makmur, dan dicintai oleh seluruh generasinya.
(Rusmianti/Al-Muhajirin)
